+62 812-2008-037

sekretariat@pdbalima.com

Latihan Sabtu : 08:00 -11:00 Minggu : 08:00 -12:00

About Us

Sepanjang tatar Jawa, terutama bagian tengah dan timur serta di pulau tetangga, bali. Terdapat teknik bertarung gaya melayu yang dikenal dengan nama Silat Perisai Diri. Perisai Diri sendiri terdiri dari dua makna, yaitu :

Silat Perisai Diri adalah suatu sistem seni pertarungan yang mengandung unsur rekreasional maupun sportifitas. Unsur pertarungan dari Silat Perisai Diri ditekankan pada penggunaan kata Silat yang merupakan aplikasi dari suatu teknik bertarung. 
Perisai Diri berarti suatu sistem pertahanan diri. “Perisai” berarti pelindung dan “Diri” terkait dengan seorang pribadi. Perisai dalam kebudayaan indonesia dikenal sebagai senjata pertahanan diri yang mempunyai arti sebagai simbol baik penyerangan maupun perlindungan para anggota Silat Perisai Diri. 
Silat Perisai Diri lebih populer dengan singkatan PD. PD merupakan suatu sistem modern yang menggabungkan logika pertarungan dan teknik-teknik yang diambil dari para pendahulunya. Langkah awal untuk memformulasikan sistem PD dimulai pada tahun 1955 di Yogjakarta, Jawa Tengah. Tapi baru di Surabayalah PD yang diinspirasi dan dipimpin oleh Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo (lebih dikenal dengan sebutan Pak De atau Pak Dirdjo) menjadi suatu sistem beladiri yang terorganisasi. Dalam 3 dekade Pak De mempelajari dan mengajarkan PD, sistem ini akhirnya berkembang cukup baik dan menjadi organisasi seni beladiri yang sangat dihormati. Sekarang PD telah dipelajari oleh ratusan ribu anggota di seluruh Indonesia dan memiliki komisariat-komisariat di luar negeri seperti Belanda, Jerman, Prancis, Jepang, Italia, Kanada, Amerika Serikat dan Australia. Selain dipelajari oleh kalangan sipil, PD juga dipelajari oleh Angkatan Bersenjata Indonesia, personel-personel penegak hukum dan lain-lain. Ini dikarenakan kepraktisan dan serbaguna dari sistem PD ini sendiri. Menurut Pak Dirdjo, PD merupakan suatu sistem yang mengkombinasikan berbagai metode pertarungan yang dipilih dari berbagai sumber etnis kebudayaan yang memiliki pengaruh dalam kebudayaan Indonesia setidaknya sejak abad ke 7 Masehi.

Jalan Bali no. 5 Bandung, adalah salah satu tempat yang bersejarah bagi perkembangan Perisai Diri di Jawa Barat pada umunya, dan Bandung pada khususnya, karena tempat ini adalah salah satu dari tempat dimana Pak Dirdjo menginap apabila sedang berkunjung ke Bandung.

Tempat ini juga kerap dijadikan tempat berlatih para murid bersama Pak Dirdjo ketika beliau masih hidup. Mengingat sejarah dari tempat ini, pada tahun 2017, Pak Mardjo Soebiandono, meminta Anovir Okman untuk menggiatkan kembali pelatihan Perisai Diri di sana, sehingga akhirnya terbentuk lah Unit baru, yaitu

“Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Unit Balima”