+62 812-2008-037

sekretariat@pdbalima.com

Latihan Sabtu : 08:00 -11:00 Minggu : 08:00 -12:00

Materi Pendidikan dan Latihan Silat Perisai Diri

Kelatnas Indonesia Perisai Diri memiliki Materi Pendidikan dan Latihan yang unik, yang mungkin hanya akan di temukan di perguruan silat ini.

Tingkatan pesilat Perisai Diri dibagi dalam beberapa tingkatan yang masing-masing ditempuh dalam jangka waktu tertentu. Secara garis besar, tingkatan tersebut dikelompokkan dalam Tingkat Dasar dan Tingkat Keluarga.Tingkatan PD Materi Pendidikan

Tingkatan pendidikan dan latihan Kelatnas Indonesia Perisai Diri.
Tingkat Dasar terdiri dari Dasar I (Sabuk Putih), Dasar II (Sabuk Hitam) dan Calon Keluarga (Sabuk Merah). Tingkat Keluarga (Sabuk Merah) terdiri dari beberapa tingkatan yang ditandai dengan warna strip pada badge di dada kiri.

Tahapan pelajaran silat Perisai Diri terdiri dari pengenalan, pengertian, penerapan, pendalaman dan penghayatan.

Materi Pendidikan Senam Kombinasi

Senam Kombinasi merupakan rangkaian gerak silat Perisai Diri yang dilatihkan kepada pesilat sebagai bahan pemanasan sebelum masuk ke sesi latihan inti. Sekilas seperti rangkaian jurus di perguruan pencak silat pada umumnya, namun Senam Kombinasi bukanlah rangkaian yang perlu dihafalkan sebagaimana jurus di perguruan pencak silat pada umumnya.

Rangkaian gerak Senam Kombinasi dibuat oleh para pelatih setempat pada saat latihan berlangsung. Pelatih menyusun Rangkaian ini dengan pedoman teknik seolah-olah pesilat melakukan Serang Hindar dengan lawan. Rangkaian yang dibuat oleh pelatih tersebut dilaksanakan dengan tenaga dan kecepatan maksimal dan diulang berkali-kali.

Tujuan dari latihan Senam Kombinasi ini adalah untuk menciptakan kebiasaan dalam melakukan teknik yang benar dan menciptakan refleks yang baik terhadap para pesilat. Latihan ini juga akan membentuk otot-otot para pesilat agar dapat beradaptasi dengan teknik Perisai Diri. Senam Kombinasi ini selalu berbeda-beda di setiap sesi latihan, baik tangan kosong ataupun menggunakan senjata.

Materi Pendidikan Teknik Senjata

Materi Pendidikan Teknik silat Perisai Diri dengan menggunakan senjata.
Mulai tingkat Dasar akan diajarkan teknik-teknik beladiri tangan kosong. Pada tingkat selanjutnya diajarkan juga teknik permainan senjata dengan senjata wajib pisau, pedang dan toya. Dengan dasar penguasaan tiga senjata wajib, pisau mewakili senjata pendek, pedang mewakili senjata sedang, dan toya mewakili senjata panjang, pesilat Perisai Diri dilatih untuk mampu mendayagunakan berbagai peralatan yang ada di sekitarnya untuk digunakan sebagai senjata. Teknik tersebut juga dapat digunakan untuk memainkan senjata lain, seperti celurit, trisula, abir, tombak, golok, katana, pentungan, kipas, teken, payung, roti kalong, senapan, bayonet, dsb.

Teknik permainan senjata pisau mulai diajarkan kepada pesilat yang telah menduduki tingkat Putih. Namun di tingkat Calon Keluarga, pesilat sudah diperkenalkan dengan pelajaran dasar teknik senjata pisau. Sedangkan teknik permainan senjata pedang mulai diajarkan kepada pesilat tingkat Hijau, tetapi pelajaran dasar teknik senjata pedang sudah mulai diperkenalkan kepada pesilat di tingkat Putih. Teknik permainan senjata wajib yang terakhir yaitu toya, mulai diajarkan kepada pesilat tingkat Biru Merah. Tetapi mulai tingkat Putih Hijau pesilat sudah diperkenalkan dengan pelajaran dasar teknik senjata toya.

Tujuan dari pelajaran senjata adalah memberikan pemahaman bagi pesilat tentang berbagai macam senjata. Dengan mengenal karakteristik senjata, maka anggota akan cepat beradaptasi dengan berbagai senjata. Sebagai contoh, dengan mempelajari pisau, maka pesilat akan mengerti kelebihan dan kekurangan dari senjata pendek. Bahkan pesilat akan dapat mengadaptasi benda-benda serupa seperti keris sebagai senjata, atau bahkan pena dan pensil. Dengan memahami karakteristik senjata ini pula, seorang pesilat akan mengerti bagaimana cara menghadapi berbagai macam senjata bila memang keadaan sudah mendesak.

Materi Pendidikan Serang Hindar

Metode praktis yang sangat penting untuk dipelajari oleh pesilat Perisai Diri adalah latihan Serang Hindar. Pada latihan ini akan diajarkan cara menyerang dan menghindar yang paling efisien, cepat, tepat, tangkas, deras dan bijaksana. Sekalipun berhadapan langsung dengan lawan, kemungkinan cedera amat kecil karena setiap siswa dibekali prinsip-prinsip dasar dalam melakukan serangan dan hindaran. Risiko kecil pada metode Serang Hindar inilah yang melahirkan motto “Pandai Silat Tanpa Cedera”. Dengan motto inilah Perisai Diri menyusun program pendidikan dengan memperhatikan faktor psikologis dan kurikulumnya.

Dalam latihan Serang Hindar, dua orang pesilat saling berhadapan satu sama lain. Di dekat mereka ada seorang pelatih yang memperhatikan. Seorang pesilat disebut sebagai A dan seorang lagi disebut dengan B. Pelatih memberi aba-aba “hup !”, bersamaan dengan itu A menyerang B dengan satu gerakan, sementara B menunggu serangan itu dekat dan kemudian bergerak menghindar. Pelatih terus memberi aba-aba hingga 5 kali untuk A menyerang dan B harus menghindar saat serangan A sudah dekat. Setelah selesai, giliran B yang menyerang pada 5 aba-aba kedua.

Itulah salah satu metode latihan berpasangan di silat Perisai Diri yang dikenal dengan sebutan Serang Hindar. Metode Serang Hindar ini telah diformulasikan oleh R.M. Soebandiman Dirdjoatmodjo agar bisa memberi rasa aman bagi kedua pesilat. Selama berlatih, pesilat diminta untuk melakukan serangan dan hindaran yang sesuai dengan pedoman teknik silat Perisai Diri.

Serang Hindar, metode latihan silat Perisai Diri dengan motto Pandai Silat Tanpa Cedera.
Metode selanjutnya adalah Serang balas. Pada metode Serang balas, dalam satu aba-aba, A melakukan serangan dan B menghindar, kemudian B membalas menyerang dan A menghindar. Satu set A serang B hindar dan B balas A hindar, adalah implementasi dari metode Serang balas. Pada 5 aba-aba pertama, A mendapatkan kesempatan menyerang pertama kali dan B membalas setelah melakukan hindaran sempurna, kemudian pada 5 aba-aba kedua akan ditukar oleh pelatih, yaitu B menyerang terlebih dahulu.

Tujuan dari latihan Serang balas ini adalah untuk melatih pesilat, terutama bagi si penghindar, untuk menghindar ke arah yang sulit dilihat oleh lawan, tetapi akan sangat mudah untuk melakukan serangan balasan. Inilah yang disebut hindaran yang mengunci posisi lawan. Si penghindar juga harus mempelajari bagaimana ia harus meletakkan langkah mereka agar dapat mempercepat serangan balasan berikutnya.

Metode berpasangan lain yang dilatihkan di Perisai Diri adalah Beladiri. Beladiri adalah dimana saat A menyerang, B menghindar sambil melepaskan serangan ke A. Dalam hal ini, B disebut melakukan Beladiri. Jadi perbedaannya dengan metode sebelumnya adalah, bahwa B tidak melakukan hindaran sempurna baru membalas, namun B melakukan hindaran dan serangan dalam satu gerakan.

Sebagai ilustrasi yang sederhana, misalnya A melakukan pukulan ke arah depan, ketika pukulan tersebut dekat maka B bergerak menghindar ke samping sambil menusukkan buku tangannya ke arah mata. Dalam hal ini, maka B melakukan Beladiri.

Materi Pendidikan Serang Hindar, Serang Hindar Balas dan Beladiri akan diajarkan kepada pesilat Perisai Diri baik dari tingkat Dasar sampai tingkat yang tinggi sekalipun. Metode ini akan diaplikasikan baik menggunakan tangan kosong ataupun menggunakan senjata seperti pisau, pedang dan toya.